Rekening Bantuan Sedekah Air / Waqaf Sumur – ACT 2015

web_banner_wakaf_sumur_889
Nomor Rekening Waqaf Sumur Air / Sedekah Air – ACT
BSM # 166 002 1212
Mandiri # 128 000 4555 808
CIMB NIAGA # 080 01 0098 4009

Rekening Bantuan Korban Asap 2015

web_banner_asap_05.10-01_179

“ Sudah dua pekan ini dada saya terasa sesak dan sakit. Makan juga susah. Kalau batuk, mual ingin muntah. Jadi susah tidur. Tidur telentang nafas sesak, telungkup apalagi.”

Keluhan kesehatan itu disampaikan Dinarwati (35), yang diungkapkannya kepada tim dokter dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menggelar layanan kesehatan (yankes) untuk para korban bencana asap.

Korban kabut asap  semakin bertambah. Jumlah korban sakit di Riau tembus di atas 3 ribu jiwa. Yang memprihatinkan, jumlah korban anak-anak, termasuk bayi, cukup banyak.
Hingga Rabu 7 Oktober 2015, korban kabut asap tercatat 61.017 jiwa, meningkat sebesar 3.481 jiwa dari 57.536 jiwa pada hari sebelumnya.
“Jumlah tersebut diprediksi meningkat karena kabut asap yang makin pekat menyelimuti Provinsi Riau dan daerah sekitarnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril, Rabu (7/10).
Per 29 Juni-6 Oktober 2015, penderita ISPA sebanyak 50.741 jiwa. Pneumonia sebanyak 893 jiwa. Asma sebanyak 2.409 jiwa. Penderita sakit mata sebanyak 3.040 jiwa, disusul penderita penyakit kulit sebanyak 3.934 jiwa. Demikian sebagaimana dikutip GoRiau.com.
Kemudian, jumlah penderita ISPA per Kabupaten terhitung dari 29 Juni hingga 6 Oktober 2015 adalah sebagai berikut, Dumai sebanyak 4.258 jiwa. Indragiri Hilir sebanyak 1.773 jiwa. Kampar sebanyak 2.573 jiwa. Rokan Hulu sebanyak 4.657 jiwa. Siak sebanyak 5.814 jiwa, Kepulauan Meranti sebanyak 788 jiwa.
Kemudian Bengkalis sebanyak 4.907 jiwa. Pelalawan sebanyak 2.203. Rokan Hilir sebanyak 2.127 jiwa. Kuansing sebanyak 5.813 dan Indragiri Hulu sebanyak 3.400 jiwa dan Pekanbaru sebanyak 12.428 jiwa.
Satu per satu anak-anak di Riau mulai ‘berjatuhan’ akibat kabut asap yang tak kunjung reda. Sebelumnya, seorang anak perempuan yang duduk di bangku kelas 5 SD bernama Muhanum Anggriawati mengalami gagal pernafasan dan dinyatakan meninggal, Kamis (10/9) lalu.
Kemudian balita bernama Gibran Doktora Deysra balita berusia 13 bulan dan Silvia Natalia Boru Manalu balita yang masih berusia 10 bulan dirawat di rumah sakit akibat terkena radang paru-paru. Lalu, M Fadh Faisal yang masih balita berumur 15 bulan juga dirawat di rumah sakit akibat mengalami infeksi saluran pernafasan.
Selain itu, Muhammad Iqbal (31) juga dinyatakan meninggal dunia, Senin (5/10/2015) sore kemarin, akibat terlalu banyak terpapar asap. Nyawa almarhum tak sempat ditolong, karena mengalami sesak nafas hebat.
Selanjutnya, Silvia Natalia Boru Manalu, yang masih berusia 10 bulan. Anak bungsu dari pasangan Manalu dan Boru Juntak ini lemas tak berdaya disalah satu kamar Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru, dengan kondisi infus di tangan, serta selang oksigen dan selang uap di hidungnya.
Kedua orangtua mereka cuma bisa pasrah sambil menatap dalam-dalam penderitaan sang anak, yang terlihat terengah-engah akibat kesulitan bernafas.
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Rabu pagi, visibility (jarak pandang) di Pekanbaru 500 meter, Rengat 100 meter, Dumai 400 meter, dan Pelalawan 200 meter.

No Rekening bantuan asap ACT:
BCA: 676 030 3133
BSM: 004 011 9999

Rekening Atas Nama: AKSI CEPAT TANGGAP

HATI-HATI REKENING ATAS NAMA PER-ORANGAN PASTIKAN ATAS NAMA LEMBAGA

 

Selain ACT ada juga dari Rumah Zakat

POSKO DARURAT KABUT ASAP

Kondisi kabut asap yang hingga saat ini telah mencapai status darurat, telah membuat sebagian besar masyarakat yang terkena dampat musibah tersebut di kepulauan Sumatera dan Kalimantan mengalami gangguan kesehatan. Karenanya, RZ berupaya membantu mereka yang membutuhkan bantuan dengan meluncurkan program Posko Darurat Kabut Asap.Program tersebut merupakan upaya RZ dalam memberikan layanan kesehatan berupa pengadaan masker dan tabung oksigen untuk korban bencana asap yang melanda di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Rencananya, RZ akan membangunkan Posko Darurat Kabut Asap tersebut di 6 titik bencana, antara lain Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin dan Balikpapan.Layanan Posko Darurat Kabut Asap, antara lain :1. Penyediaan Masker Berkualitas
2. Pemberian Oksigen
3. Pemeriksaan Kesehatan oleh Tenaga Medis
4. Obat-obatan
5. Pengantaran Ambulance.

Rekening Atas Nama: YAYASAN RUMAH ZAKAT INDONESIA

Donasi1-rekening0korban-asap -2015

Berita Korban asap:

  • http://act.id/id/whats-happening/view/2088/korban-asap-per-hari-lebih-3000-jiwa-jatuh-sakit
  • http://act.id/id/whats-happening/view/2085/mengerikan-30-juta-warga-indonesia-terpapar-asap

Sedekah Pangkas Rambut Anak -anak Rohingya

.: “Hidup Barunya, Dimulai dari Memangkas Rambut” :.

ACTNews, LHOKSUKON – Kalau ada yang bisa dilakukan untuk menyenangkan anak-anak yatim Rohingya, saya ingin melakukannya. Tak harus pakai duit, kan? Minggu, (17/5/2015), tampillah, Razali, pria parobaya dari Keude Lapang, Lhoksukon, Aceh Utara.

Apa yang bisa anda lakukan? “Saya bisa memangkas rambut anak-anak itu. Kasihan, mereka tak karuan rambutnya,” ujar Razali. Wah, ini jenis relawan unik yang sebelumnya belum pernah dilibatkan dalam aksi kemanusiaan ACT.

Jadilah, sore itu, sehabis menonton film animasi, anak-anak lelaki dibawa ke alam terbuka. Duduk di bangku plastik, antri dengan tertib. Antrian anak-anak yang mau ikut pangkas rambut massal, jadi tontonan menarik. Di sudut-sudut yag luas, sepanjang adegan ini bisa dipandang, banyak hati ikut terhibur. Banyak bibir ikut tersenyum. Senang, anak-anak ada yang mengelus kepalanya, menyisir, usai rambutnya dipangkas Razali dengan rapi.

Anak-anak Rohingya, kembali tersenyum. Saling lirik kawan yang masih kusut-masai rambutnya. Yang sudah dipangkas, merasa gagah. Sayang tak ada cermin besar buat bergaya. Mengintip wajah di cermin Pak Razali, cukuplah. Hari ini, hidup baru kuawali dengan membuang ‘rambut Myanmar’ ku. Biarlah, hari ini tumbuh rambut baru, rambut yang tumbuh di Tanah Rencong, Bumi Aceh Utara.

Razali, menikmati menit demi menit, menyisir dan memotong rambut anak-anak itu. Ia lakukan penuh penghayatan, seperti memegang kepala anaknya sendiri. Kalau Razali bisa menyenangkan anak-anak dengan alat pangkas rambutnya, kita semua pasti bisa. Mereka, generasi pelanjut nasib bangsa Arakan, muslim Rohingya tak boleh punah. (is/ajm)

Maghrib Berjamaah Pertama Pencari Suaka dari Myanmar

Maghrib berjamaah pertama pencari suaka dari Myanmar. Khusyu’

Maghrib di area penampungan pencari suaka dari Myanmar, Sabtu (16/5), terasa berbeda. Sebuah tenda bertulis Mushalla, berlangsung shalat jamaah etnik Rohingya. Khusyuk shalatnya, khusyuk doanya.

Inilah shalat maghrib berjamaah pertama sejak para pencari suaka dari Myanmar ini menyelamatkan diri menyambung nyawa melintasi lautan berbilang hari. Ada ekspresi rasa syukur, juga merindukan beribadah secara patut mengadukan nasibnya yang kelam.

“Kami menyadari sejak awal, bahasa pemer

satu kita kemanusiaan dan keimanan, karena mereka dan kami sesama muslim. Mereka hadir di Aceh, ‎sebuah kawasan yang tak pernah tidak, memberi ruang konkret bagaimana Islam ditegakkan. Maka yang terpikir bagi kami, meski tak saling faham bahasa, memberi kesempatan mereka bisa beribadah,” ungkap Laila Khalida, Ketua KAMMI Aceh Utara, mitra ACT sejak hari pertama menyapa para pencari suaka ‎itu ditempatkan di Desa Kuala Cangkui, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.

Didukung Arhanudal ‎Lhokseumawe, ACT bisa memanfaatkan tenda militer ini selama diperlukan. Jadilah mushala lapangan ini menjadi ruang shalat berjamaah pertama pencari suaka itu sejak mereka mendarat setelah berbilang hari diombang-ambingkan gelombang di kapal kayu yang mengangkut mereka lari dari kekejaman di Myanmar.

‎Suara merdu dengan bacaan yang fasih terucap penuh khusyu’ dari lisan Muhamad Yunus, seorang Al Hafizh (penghafal al-quran) asli Rohingya. Puluhan etnik Rohingya menjadi jamaahnya pada maghrib berjamaah pertama mereka di ‎daratan Nangroe Aceh Daarussalam. Doa orang-orang teraniaya ini, makbul. Doakan kami, Indonesia, menjadi negeri aman-sentosa karena kebaikan rakyatnya, sebagaimana kebaikan rakyat Aceh menolong saudaranya etnik Rohingya dari kekejaman di Myanmar. (is)

———————-
(foto: laila/dok.ACT)
http://act.id/id/whats-happening/view/1578/maghrib-berjamaah-pertama-sejak-pelarian-mereka

Bantu Pengungsi Rohingya di Aceh

Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Aceh menampung setidaknya 678 jiwa pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh. Mereka ditolong lima kapal nelayan Aceh yang sedang melaut sekitar 50 mil dari bibir pantai Kuala Langsa. Mereka sedang terkatung-katung di atas tiga tongkang kecil, Jumat (14/5/2015).

Data sementara sampai Sabtu, pukul 16.00 WIB, dari Dinas Kesehatan Langsa menyebutkandari 678 pengungsi,  terdapat 63 balita. Seratus orang dari Bangladesh semuanya laki-laki. Sisanya dari Myanmar terdiri dari pria dan wanita. Belum ada rincian lebih detil terkait data pengungsi di Pelabuhan Langsa.
Menurut penuturan Shaidul Islam, remaja Rohingya berusia 17 tahun, mereka telah berada di atas kapal kayu sekitar tiga bulan.
“ We come from Myanmar. We come 3 month a go. We come Thailand 15 days,” ujar Shaid berusaha mengkomunikasikan apa yang dialaminya kepada ACTNews, Sabtu, (16/05/2015).Update 20 mei 2015:Sebanyak 500 orang lagi, diduga pengungsi Rohingya, terdampar di pantai Kuala Julok, Selasa malam. Mereka diselamatkan oleh para nelayan setempat.

“ Saya mendapat kabar dari saudara saya, ada 300-an orang perahu mendarat di Pelabuhan Kuala Julok, lalu disusul perahu lain, bermuatan 200-an orang,” kata relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Muhamad Ikhsan, Rabu pagi (20/5/2015).

Rekening Bantuan Rohingya di aceh

Rekening Bantuan Rohingya di aceh

LetsHelp Rohingnya
Rekening atas nama: (Yayasan) Aksi Cepat Tanggap
Bank Mandiri: 128 000 4723 620
BII Syariah:     27 0000 6004

Rekening khusus #LetsHelpRohingya:
BCA 676 030 2021

CIMB Niaga 433 01 0020 7006
BSM 706 854 8181

Rekening ACT bisa dicek disini

Setelah berdonasi, disarankan untuk melakukan konfirmasi agar terdaftar sebagai donatur ACT dan mendapatkan kiriman laporan donasi serta info terkini program ACT via SMS/email.

Format konfirmasi:
“Nama Pengirim/Pemilik Rekening-Jumlah & Tanggal Donasi-Bank Tujuan-No HP dan/atau Email-Tujuan Donasi (Zakat/Wakaf/Sinabung/Palestina/Rohingya/dll)”
via message/inbox page ini atau via email ke konfirmasi@act.or.id


css.php